Wellcome

selamat Datang di blog sederhana Ilhamsyah_potter..
enjoy to my blog.........

Sabtu, 22 September 2012

Info Seputar Nokia


Ponsel Nokia 1100 Bisa Bobol Bank looo?


Pemilik ponsel Nokia 1100 diingatkan berhati-hati melakukan transaksi perbankan. Informasi rekening bisa disadap oleh penjahat. Harga handset Nokia 1100 juga melonjak karena ada penjahat yang mau membelinya dengan harga mahal. Nokia 1100 sebelumnya sangat diandalkan untuk mengamankan transaksi perbankan. Bank di negara maju semacam Jerman atau Belanda.

Biasanya mengirim password satu kali yang disebut mTAN (mobile Transaction Authentication Number) untuk transfer uang ke sebuah rekening tertentu.

Tapi ternyata software Nokia 1100 dapat diprogram ulang sehingga bisa menerima nomor orang lain. Pada akhirnya penjahat cyber bisa menerima mTAN lewat SMS.

“Menggunakan software khusus yang dibuat hacker, ponsel Nokia 1100 dapat diprogram menerima nomor orang lain dan menyadap SMS (Short Message Service),” kata Max Becker, Chied Techonology Officer Ultrascan perusahaan penyelidik kejahatan teknologi.

Untuk bisa menguasai transaksi perbankan pihak lain, kriminal cyber sebelumnya harus sudah memiliki login dan password untuk situs perbankan. Tapi hal itu mudah didapatkan, karena jutaan komputer di seluruh dunia berisi software berbahaya yang dapat menyimpan data seperti itu.

Ultrascan melakukan penelitian tentang ponsel Nokia 1100 yang dibuat di pabrik Bochum Jerman rawan kejahatan. Versi firmware ponsel yang dibuat pada 2003 itu dapat dihack. Penjualan Nokia 1100 sendiri terhitung tinggi mencapai lebih dari 200 juta unit.

Ultrascan berhasil memprogram ulang 1100 dan bisa memotong mTAN, tapi hanya satu kali. Becker mengatakan mereka terus melakukan tes lebih jauh untuk mengetahui apakah serangan itu bisa diulang-ulang. “Kami telah melakukan sekali. Dan itu membuktikan kami tahu cara melakukannya,” jelas Becker.

Nokia sendiri tidak memberikan komentar apakah ponsel itu rawan untuk melakukan kejahatan. Namun perusahaan itu yakin, tidak ada masalah keamanan di software Nokia 1100.

Becker mengingatkan kunci untuk membuka pengacak firmware Nokia bisa diungkapkan ke publik. “Jika itu dilakukan, berbagai perangkat bisa berkomunikasi langsung dengan handset Nokia," kata Becker.

Aplikasi itu bisa mendekrip firmware Nokia 1100. Setelah itu firmware bisa dimodifikasi dan informasi semacam nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) bisa diubah termasuk nomor IMSI (International Mobile Subscriber Identity) yang berfungsi mendaftarkan ponsel ke operator.

Untuk menyadap transaksi perbankan, firmware yang dimodifikasi itu harus diupload ke Nokia 1100. Model tertentu dari 1100 menggunakan erasable ROM sehingga data bisa dibaca dan ditulis ke chip. Setelah itu hacker harus mengkloning SIM (Subscriber Identity Module) card, yang menurut Becker secara teknis nudah dilakukan. Jika sudah dilakukan Nokia 1100 bisa untuk melakukan penyadapan transaksi perbankan.

Ultrascan juga mengingatkan penjahat mau membayar mahal Nokia 1100. Karyawan Ultrascan pernah mencoba menjual Nokia 1100 di Tangiers Moroko dan laku hingga Rp 80 juta. (inilah)


Selasa, 18 September 2012

Memohon Nafkah


Fadlan datang kepada seorang kyai di kampungnya. Ia merasa bingung. Sudah banyak
cara telah ia tempuh, namun rezeki masih tetap sulit ia cari.
Kata orang, rezeki itu bisa datang sendiri, apalagi kalau sudah menikah. Buktinya,
sudah 3 tahun ia menikah dan dikarunia dua orang anak, ia masih tetap hidup luntang-lantung
tak menentu.
Benar, keluarganya tidak pernah kelaparan sebab tidak ada makanan. Namun kalau
terus-terusan hidup kepepet dan tidak punya pekerjaan, rasanya tidak ada kebanggaan diri.
Ia pun datang kepada Kyai Ahmad untuk minta sumbang saran. Kalau boleh sekaligus
minta do’a dan pekerjaan darinya. Terus terang, ia sendiri kagum dengan sosok Kyai Ahmad
yang amat bersahaja. Tidak banyak yang ia kerjakan, namun dengan anak 9 orang, sepertinya
mustahil bila ia tidak pusing memikirkan nafkah keluarga. Tapi nyatanya, sampai sekarang
Kyai Ahmad tetap sumringah di mata Fadlan. Tidak pernah ia lihat Kyai Ahmad bermuka
muram seperti dirinya. Makanya hari itu, Fadlan datang untuk meminta nasehat kyai tersebut.
“Hidup  ini  adalah  adegan.  Kita  hanya  wayang,  sementara  dalangnya  adalah  Gusti
Allah! Jadi, manusia itu hidup karena disuruh ‘manggung’ oleh Dalangnya!” Kyai Ahmad
membuka penjelasan dengan sebuah ilustrasi ringan.
“Gak  mungkin…  kalau  wayang  itu  manggung  sendiri.  Pasti,  ia  dimainkan  oleh
Dalang. Sementara selama di panggung, pasti Dalang akan memperhatikan nasib wayang itu!
Begitu  juga  manusia…  gak  mungkin  dia  hidup  di  dunia,  tanpa  diperhatikan  segala
kebutuhannya  oleh  Gusti  Allah!  Sudah  paham  belum  kamu,  Fadhlan?!”  Kyai  Ahmad
mengakhiri penjelasannya dengan sebuah pertanyaan.
“Tapi  pak  kyai…,  kalau  Gusti  Allah  benar  menjamin  hidup  hamba-Nya…  kenapa
hidup saya seperti sia-sia begini ya… nyari nafkah saja kok susah!” Fadlan menyampaikan
keluhnya.
“Oh… itu karena kamu belum datang kepada Gusti Allah. Kalau kamu datang kepada
Gusti Allah, hidupmu gak bakal sia-sia!” Kyai Ahmad menambahkan.
Fadhlan  belum  mengerti  betul  apa  maksud  sebenarnya  dari  kata  ‘datang  kepada
Allah’, ia pun menanyakan gambaran kongkrit tentang hal itu kepada Kyai Ahmad.
Dengan  santai  Kyai  Ahmad  menjelaskan,  “Fadlan…,  semua  masalah  di  dunia  ini
bakal  selesai  asal  kita  datang  kepada  Allah.  Banyak  di  dunia  ini  orang  yang  bermasalah,
punya  hutang  segunung,  rezeki  sulit,  ditimpa  berbagai  macam  penyakit,  kemiskinan,
kelaparan dan lain-lain… Itu disebabkan karena mereka tidak datang kepada Allah. Kalau
saja mereka datang kepada Allah, maka segala masalah mereka terselesaikan!”
“Apakah hanya sesederhana itu, pak Kyai?” Fadlan bertanya dengan nada penasaran.
“Ya, hanya sesederhana itu!” Pak kyai menegaskan.
Pak Kyai bercerita, “Pernah terjadi di Rusia di sebuah negeri  yang terkenal atheis,
seorang pria pergi ke tukang cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk. Kepalanya
mulai  mengangguk-angguk  karena  kantuk.  Tukang  cukur  merasa  kesal,  namun  untuk
membangunkan pelanggannya, si tukang cukur mulai bicara:
‘Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?’
Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’
Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali,
‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!’
‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.
‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dan sifat-Nya adalah Maha Pengasih dan Maha
Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada orang  yang punya banyak masalah,
terlilit  hutang,  terserang  penyakit,  kelaparan,  kemiskinan  dan  lain-lain.  Ini  khan  bukti
sederhana  bahwa  di  dunia  ini  tidak  ada  Tuhan!’  tukang  cukur  berbicara  dengan  cukup
lantang.
Si pelanggan terdiam. Dalam hati, ia berpikir keras mencari jawaban. Namun sayang,
sampai  cukuran  selesai  pun  ia  tetap  tidak  menemukan  jawaban.  Maka  pembicaraan  pun
terhenti.  Sementara  si  tukang  cukur  tersenyum  sinis,  seolah  ia  telah  memenangkan
perdebatan.
Akhirnya,  saat  cukuran  itu  selesai,  si  pelanggan  bangkit  dari  kursi  dan  ia  berikan
ongkos  yang  cukup  atas  jasa  cukuran.  Tak  lupa,  ia  berterima  kasih  dan  pamit  untuk
meninggalkan  tempat.  Namun  dalam  langkahnya,  ia  masih  tetap  mencari  jawaban  atas
perdebatan kecil yang baru ia jalani.
Saat  berdiri  di  depan  pintu  barber  shop,  ia  tarik  tungkai  pintu  kemudian  hendak
melangkahkan kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya.
Matanya  tertumbuk  pada  seorang  pria  gila  yang  berparas  awut-awutan.  Rambut
panjang tak terurus, janggut lebat berantakan.
Demi melihat hal sedemikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka maka ditutup
kembali. Ia pun datang lagi kepada tukang cukur dan berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak
ada  di  dunia  ini  adalah  TUKANG  CUKUR!’  Merasa  aneh  dengan  pernyataan  itu,  tukang
cukur  balik  bertanya,  ‘Bagaimana  bisa  Anda  berkata  demikian.  Padahal  baru  saja  rambut
Anda saya pangkas!’
‘Begini pak, di jalan saya dapati ada orang yang kurang waras. Rambutnya panjang
tak  terurus,  janggutnya  pun  lebat  berantakan.  Kalau  benar  di  dunia  ini ada  tukang  cukur,
rasanya tidak mungkin ada pria yang berperawakan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan
penjelasannya.
Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, ‘Pak… bukan
Tukang Cukur yang tidak ada di dunia ini. Masalah sebenarnya adalah pria gila yang Anda ceritakan  tidak  mau  hadir  dan  datang  ke  sini,  ke  tempat  saya…  Andai  dia  datang,  maka
rambut dan janggutnya akan saya rapihkan sehingga ia tidak berperawakan sedemikian!’
Tiba-tiba  si  pelanggan  meledakkan  suara,  ‘Naaaahhhh….  itu  dia  jawabannya.
Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan yang Anda lontarkan!’ ‘Apa
maksudmu?’ si tukang cukur tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.
‘Anda khan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya masalah. Kalau
saja mereka datang kepada Tuhan, pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama
kejadiannya bila pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!’”
Kyai Ahmad mengakhiri kisah yang ia sampaikan. Terlihat Fadlan menganggukkan
kepala tanda mengerti.
“Jadi…, kamu hanya tinggal memohon saja apa yang kamu inginkan kepada Allah Swt., pasti
Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!” Kyai Ahmad berkata memberi garansi.
Fadlan sudah mulai yakin, tapi ia masih mengejar dengan satu pertanyaan, “Pak Kyai,
saya sudah niat untuk datang dan semakin mengakrabkan diri kepada Allah. Tapi bagaimana
caranya ya pak Kyai agar saya bisa memohon nafkah yang cukup kepada Allah?”
Kemudian Pak Kyai membacakan ayat dalam Al Qur’an:
“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan
kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang
Engkau  kehendaki.  Engkau  muliakan  orang  yang  Engkau  kehendaki  dan  Engkau
hinakan  orang  yang  Engkau  kehendaki.  di  tangan  Engkaulah  segala  kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke
dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang
hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau
beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. QS. Ali Imran : 26-27..
soooo......

kesimpulan y ap ne......???


Rabu, 12 September 2012

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak


Pada  suatu  petang  seorang  tua  bersama  anak  mudanya  yang  baru  menamatkan
pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di
sekitar mereka.
Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,
“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.
Si  ayah  mengangguk-angguk,  namun  sejurus  kemudian  sekali  lagi  mengulangi
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu
menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”
Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama.
Si  anak  merasa  agak  keliru  dan  sedikit  bingung  dengan  pertanyaan  yang  sama
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.
Namun  tidak  lama  kemudian  sekali  lagi  sang  ayah  mengajukan  pertanyaan  yang
serupa  hingga  membuat  si  anak  hilang  kesabaran  dan  menjawab  dengan  nada  yang  kesal
kepada si ayah,
“Itu  gagak,  Ayah.”  Tetapi  agak  mengejutkan  si  anak,  karena  si  ayah  sekali  lagi
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang
sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal
hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi  yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.
Si  ayah  lalu  bangun  menuju  ke  dalam  rumah  meninggalkan  si  anak  yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.
“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.
 Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba
seekor  gagak  hinggap  di  pohon  berhampiran.  Anakku  terus  menunjuk  ke  arah  gagak  dan
bertanya,
“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.
“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,
“Hari ini  Ayah baru bertanya kepadamu soal  yang sama sebanyak 5 kali, dan kau
telah hilang kesabaran serta marah.”
Lalu  si  anak  seketika  itu  juga  menangis  dan  bersimpuh  di  kedua  kaki  ayahnya
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.


PESAN:
Jagalah  hati  dan  perasaan  kedua  orang  tuamu,  hormatilah  mereka.
Sayangilah  mereka  sebagaimana  mereka  menyayangimu  di  waktu  kecil.
Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti
kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi
diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.

Senin, 10 September 2012

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!” 
 Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata: 
 “Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.
” Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?”
 “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula. Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: 
“Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya. “Tuan ini Nabi Muhammad?!” 
“Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
 “Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita. Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: 
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:
 “Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka 5 hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu. ‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’ 
 Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata: “Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya".

Jumat, 13 April 2012

motivasi Hidup adalh pilihan


Dalam hidup sangat banyak pilihan, kadang kita tidak menyadari banyak pilihan yang terbaik yang ditawarkan tuhan untuk kita. Tapi kadang kita juga merasa hidup tidak ada pilihan. Kadang itu terjadi kalau kita telah salah dalam suatu langkah.saat kita sudah menyia-nyiakan waktu terbaik yang tuhan sudah berikan pada kita dan kita tersadar waktu tidak akan berputar arah kembali kebelakang untuk memberi kita kesempatan memilih pilihan yang lain.rasa kecewa terhadap pilihan yang salah, pilihan yang awalnya kita kira itu adalah pilihan terbaik ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Sebaliknya pilihan yang dulu terlihat tidak sebaik yang dibayangkan ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.
Dengan uang manusia tidak akan menjadi apa-apa bila tidak memanivestasikan uang itu dengan baik. Hidup bukan pertaruhan harus dianggap ada yang kalah dan menang atau hidup dan mati dan satu hal, tidak ada yang baik dalam pertaruhan apapun itu.
Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup apapun bentuknya itu kadang membuat kita merasa terpuruk dan terjatuh. kembali dan percaya pada tuhan adalah hal terbaik yang mampu memberi kita kekuatan untuk kita bangkit dari masalah apapun itu. tapi ikhlas bukan berarti kita harus pasrah dengan keadaan. ingat, kesalahan dan dosa Cuma beda satu angka. Kesalahan dari sebuah pilihan yang salah tentunya akan mengorbankan diri kita dan orang - orang yang kita cintai. Orang –orang yang seharusnya bahagia dan tidak seharusnya mengalami kesusahan akan jadi korban keangkuhan dan ego kita dalam mengambil suatu keputusan. Memang tidak pernah ada yang kita sesali sebelum semuanya terjadi. Tapi sampai kapan semua kesalahan harus jadi penyesalan?.
Hidup memang semata bukan pilihan, masih banyak yang harus kita lakukan agar kita mendapati hidup yang lebih baik dan lebih baik lagi tiap detiknya dan itu semua membutuhkan waktu dan perjalanan yang panjang yang mungkin akan membuat kita merasa sedikit letih dengan semua itu. tapi kita akan mendapatkan bayaran yang sangat memuaskan dari semua itu dan kita memang pantas mendapatkannya.
Dalam dunia ini tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, apapun bentuk dari sebuah kesalahan itu jangan sampai mengalahkan semangat anda untuk terus hidup. Karena hidup bukan sekedar bertahan dan berjuang. Tapi hidup adalah perjuangan yang sangat panjang dan memang sangat melelahkan. Jangan belajar dari kesalahan tapi perbaikilah kesalahan yang sudah kita buat. Dari kesalahan yang sudah kita lakukan, kita bisa membuat sesuatu yang sangat sempurna. Itulah yang membuat perbedaan dari dua makna kata belajar dan memperbaiki. Bila kita belajar dari setiap kesalahan, apa kita harus membuang waktu dan kesempatan yang ada hanya untuk terus belajar dari kesalahan, lalu kapan kita akan bertindak. Tapi bila kita memperbaiki setiap kesalahan yang kita buat itu akan membuat kita mempunyai banyak kesempatan mencoba sesuatu yang baru.kesalahan, apapun itu besar atau kecil tidak harus membuat kita lari dari kenyataan. Kenyataan bila dihadapi dengan hati terbuka akan menjadi suatu keindahan dalam hidup kita, kenyataan apapun itu. Keikhlasan adalah sebuah kunci kebahagiaan hidup seseorang. Siapapun kita, bila sudah menjadi ikhlas dalam menjalankan dan mendapatkan apapun, akan hilang beban moril yang selalu menghantui kita.
Hidup yang bahagia dan sudah sempurna menurut kita, tidak seharusnya membuat kita menjadi insan yang sombong. Karena suatu saat nanti kesombongan itu akan melumpuhkan hidup kita. Kesombongan itu akan menjelma menjadi virus yang menggerogoti hidup kita pelan-pelan. Apapun yang kita punya dan kita miliki bukan untuk disombongkan. Manusia ditakdirkan hidup untuk bersosialisasi dan saling berbagi karena dengan berbagi kita akan menjadi menusia yang mulia dimata tuhan. Hidup ini tidak sendirian, ada tuhan dihati kita, ada keluarga, ada orang-orang yang kita cintai, ada sahabat, ada orang yang belum kita kenal dan ada orang-orang yang tidak seberuntung kita. Memang enak untuk memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Tapi itu bukan pilihan yang baik untuk hidup dan menyandang predikat mahkluk ciptaan tuhan yang diberi nama manusia. Karena manusia lahir dan hidup, tumbuh dan berkembang mempunyai kelebihan dan kesempurnaan dibanding ciptaan tuhan yang lainnya.
Mulai saat ini mari kita buka mata, telinga, hati dan pikiran kita untuk memilih yang terbaik untuk hidup kita dan orang-orang yang kita cintai. kerja keraslah untuk meraih keajaiban. Ikhlaskanlah sepenuh hati apa yang telah hilang dan pergi dalam hidup kita, terimalah kenyataan hidup dengan sangat ikhlas dan jadilah diri sendiri. Kesalahan dalam hidup bukan hantu yang selalu akan menghantui waktu kita, dengan kesalahan kita akan lebih mengerti seperti apa kenyataan dan keras hidup ini. Rangkullah orang-orang yang tidak seberuntung kita bila kita mampu dengan membantu dan berbagi apa yang mereka butuhkan. Jangan pernah memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Hiduplah menggunakan hatimu. Karena dengan hati kita akan menjadi lebih peka dalam melihat dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Bila itu telah kita lakukan, kecil kemungkinannya untuk kita melukai perasaan orang lain dan reward terbaik yang kita dapatkan adalah kita akan mempunyai hidup yang lebih baik dan pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Bicara tentang hidup dan kehidupan tidak akan pernah cukup dengan ribuan kata. Saya sebagai penulis disini berharap dengan secuplik tulisan ini, bisa membuat kita lebih menghargai dan memaknai hidup ini dengan lebih baik. Memang tidak ada yang dapat merubah apa yang sudah ditakdikan tuhan untuk kita, karena setiap manusia sudah ada jalan hidupnya masing-masing. Selama didunia tuhan memberikan kita banyak pilihan untuk kita jalani dalam hidup. Satu hal yang harus kita ingat, hanya kita yang menentukan akan dibawa kemana jalan dan tujuan hidup kita. Apakah kita akan memilih jalan yang akan membuat hidup kita menjadi lebih baik tiap detiknya untuk sekarang dan sesudah akhir hidup ini atau apakah kita akan memilih jalan yang kita sendiri tidak tahu kemana tujuan kita menjalaninya. Itu semua hanya kita yang menentukan dan berujung dengan takdir yang telah tuhan gariskan pada kita.